Saturday, 22 June 2013

BEGIN AGAIN - TAYLOR SWIFT (INCLUDE TRANSLATION). The song that inspires me so much to built Tatiana's Character :-)



Took a deep breath in the mirror
Kutarik nafas dalam-dalam di depan cermin
He didn't like it when I wore high heels, but I do
Dia tak suka aku memakai sepatu hak tinggi, tapi aku suka
Turned the lock and put my headphones on
Kukunci pintu dan kupasang headphone
He always said he didn't get this song but I do, I do
Dia selalu bilang tak suka lagu ini, tapi aku suka

Walked in expecting you'd be late
Kuberjalan dan berharap kau kan terlambat
But you got here early
Tapi kau sampai lebih awal
And you stand and wait
Dan kau berdiri menunggu
And I walk to you
Dan aku berjalan menghampirimu
You pulled my chair out and helped me
Kau persiapkan kursiku dan membantuku
And you don't know how nice that is
Dan kau tak tahu betapa indahnya hal itu
But I do
Tapi aku tahu

CHORUS
And you throw your head back laughing like a little kid
Dan kau tertawa tergelak seperti anak kecil
I think it's strange that you think I'm funny 'cause he never did
Aku merasa aneh bahwa kau menganggap aku jenaka karena dia tak pernah berpikir begitu
I've been spending the last eight months thinking all love ever does
Selama delapan bulan terakhir aku mengira yang bisa dilakukan cinta
Is break and burn and end
Adalah melukai dan membakar dan berakhir
But on a Wednesday in a café I watched it begin again
Tapi pada hari Rabu di sebuah kafe kulihat cinta pun tumbuh lagi

You said you never met one girl
Kau bilang tak pernah berjumpa seorang gadis pun
Who has as many James Taylor records as you
Yang miliki karya James Taylor sebanyak punyamu
But I do
Tapi aku punya
We tell stories and you don't know why I'm coming off a little shy
Kita saling bercerita dan kau tak tahu kenapa aku jadi sedikit malu
But I do
Tapi aku tahu

CHORUS

And we walk down the block to my car
Dan kita menyusuri jalan itu menuju ke mobilku
And I almost brought him up
Dan aku hampir saja teringat padanya
But you start to talk about the movies
Tapi kau mulai bicara tentang film
That your family watches every single Christmas
Yang ditonton keluargamu setiap hari Natal
And I won't talk about that
Dan aku tak mau membicarakan itu
For the first time, what's past is past
Untuk pertama kalinya, masa lalu biarlah jadi masa lalu

Tuesday, 11 June 2013

THE BLACK DAHLIA MURDERER

Kalau ada kasus kriminal dengan pembunuh berdarah dingin paling mencekam sekaligus bikin bulu kuduk merinding, itu adalah The Black Dahlia Murderer, kisah pembunuhan seorang wanita bernama Elizabeth Short. Padahal korbannya cuma 1 orang, tapi kasus ini digolongkan sebagai pembunuhan keji yang menjadi sorot perhatian media, bahkan walau sudah berlangsung 60 tahun yang lalu. Sampai saat ini, kasus tersebut masih dianggap belum terpecahkan.

Berikut ini sepotong ceritanya:

Mayat termutilasi di lahan kosong
15 Januari 1947, Betty Bersinger berjalan keluar dari rumahnya di Los Angeles sambil membawa anak perempuannya yang masih berusia 3 tahun menuju sebuah toko sepatu. Ketika sampai di Leimert Park di dekat sudut Norton 39th, Betty dan putrinya melewati beberapa bidang lahan kosong yang ditumbuhi semak-semak.

Tidak berapa lama kemudian, mata Betty terpaku pada sesuatu berwarna putih di dekat semak-semak. Benda itu terlihat seperti sebuah manekin dari departemen store yang telah terpotong dua. Dipenuhi rasa ingin tahu, Betty mendekati objek itu. Sesaat kemudian, ia terkesiap menyaksikan apa yang disangkanya manekin ternyata mayat seorang wanita berkulit putih yang telah terpotong dua.

Polisi segera dihubungi dan beberapa waktu kemudian, dua orang polisi bernama Frank Perkins dan Will Fitzgerald tiba di lokasi.

Kondisi Mayat
Mayat wanita itu terbaring telentang dengan lengan yang terangkat di atas bahunya. Kedua kakinya terbuka lebar dalam pose yang vulgar. Luka robek dan lecet memenuhi seluruh tubuhnya. Mulutnya disobek sehingga senyumnya melebar dari telinga satu ke telinga yang lain. Pada pergelangan tangan, pergelangan kaki dan lehernya, terlihat adanya bekas jeratan tali sehingga para penyelidik menyimpulkan kalau ia telah diikat dan disiksa selama beberapa hari.

Namun, apa yang paling mengerikan dari mayat ini adalah kenyataan kalau tubuhnya telah disembelih dengan rapi di atas pinggang sehingga terbelah dua.

Polisi menyimpulkan kalau ia telah dibunuh di suatu tempat dan mayatnya dibuang ke tempat itu pada malam hari. Ini terlihat dari tidak adanya darah pada tanah dan mayat itu. Sang pembunuh mungkin telah membersihkan mayat itu sebelum dibuang ke tanah kosong.

Kasus mutilasi mengerikan ini dengan segera menjadi prioritas utama kepolisian Los Angeles (LAPD) yang kemudian menugaskan detektif Harry Hansen dan partnernya Finis Brown untuk segera menyelidiki kasus itu.

Ketika kedua detektif itu tiba di lokasi, mereka menemukan tempat kejadian perkara telah dipenuhi oleh pejalan kaki dan reporter yang meliput. Hansen segera membubarkan massa untuk mengamankan barang bukti yang mungkin tercecer di tempat itu.

Tetapi, di lokasi itu, mereka tidak menemukan adanya senjata pembunuh ataupun jejak kaki.

Situasi Leimert Park ketika mayat ditemukan

Setelah selesai diperiksa di tempat, mayat wanita itu segera dibawa ke kamar mayat. Sidik jarinya dikirim ke kantor FBI di Washington untuk diidentifikasi. Sementara menunggu hasil pemeriksaan FBI, petugas otopsi memeriksa mayat itu dan mereka kembali menemukan beberapa detail mengerikan lainnya.

Pada mayat itu ditemukan banyak cabikan di wajah, kepala dan tubuhnya. Lalu, terlihat adanya tanda-tanda sodomi dan pemerkosaan walaupun tidak ditemukan adanya sperma di dalam tubuhnya.

Begitu mengerikannya kondisi mayat ini sehingga bahkan dokter dan detektif yang paling tabah sekalipun dibuat syok olehnya.

Tidak berapa lama kemudian, hasil pemeriksaan FBI terhadap sidik jari mayat itu tiba di kantor LAPD. Perempuan yang dibunuh itu ternyata bernamaElizabeth Short, 22 tahun, yang berasal dari Massachusetts.

Setelah identitas korban diketahui, para detektif segera mengerahkan upayanya untuk menggali informasi mengenai perempuan ini supaya dapat menemukan petunjuk yang mungkin bisa mengarah kepada sang pembunuh.

Namun, mereka tidak menyangka kalau apa yang akan ditemukan berikutnya ternyata malah menjadi teka-teki yang membingungkan.

Siapa Elizabeth Short
Elizabeth Short lahir tanggal 29 Juli 1924 di Hydepark, Massachusetts. Beth yang masih muda kemudian pindah ke Hollywod untuk mengejar karir di bidang perfilman.

Ia dikenal sebagai perempuan yang gampang bergaul dan memiliki banyak kenalan. Wajahnya yang cantik membuatnya sering menarik perhatian para pria, bahkan di Holywood sekalipun dimana kecantikan adalah hal yang biasa.

Di Hollywood, Beth mulai berkenalan dengan banyak orang dari kalangan sosialita kelas atas. Salah satu pria yang kemudian menjadi teman baiknya adalah Mark hansen, seorang pemilik klub malam dan teater.

Hansen lalu mengajak Beth pindah ke rumahnya bersama sejumlah artis lainnya. Kadang para artis ini menjadi penghibur bagi tamu-tamu yang datang ke klub Hansen. Dengan segera, Beth menjadi bagian yang tetap dalam kelompok Hansen. Kondisi ini cukup menguntungkan baginya karena karirnya di film tidak berkembang.

Pada masa itu, film "The Blue Dahlia" yang diperankan Veronica Lake dan Alan Ladd beredar di masyarakat. Beberapa teman Beth mulai memanggilnya dengan sebutan Black Dahlia karena rambut hitamnya kesukaannya mengenakan pakaian hitam.

Siapa yang membunuh Beth?
Setelah kasus pembunuhan Beth tersebar luas di media, ada sekitar 60 pria dan wanita maju ke publik dan mengaku sebagai pembunuh sebenarnya. Namun, pengakuan-pengakuan ini tidak disertai oleh bukti yang bisa diverifikasi oleh pihak kepolisian sehingga semua pengakuan ini dianggap hanya sebagai usaha mencari sensasi.

Pada masa itu, kasus pembunuhan Black Dahlia adalah kasus penyelidikan kriminal terbesar yang pernah dilakukan LAPD sejak kasus pembunuhan Marion Parker yang terjadi pada tahun 1927. Karena besarnya skala penyelidikan ini, LAPD mendapatkan bantuan ratusan petugas dari badan lainnya.

Beberapa hari setelah penemuan mayat mayat Beth, polisi mendapatkan sebuah paket misterius yang mungkin berasal dari sang pembunuh sendiri.

Paket itu tiba di kantor harian Los Angeles Examiner yang segera diteruskan ke polisi. Di dalamnya ditemukan sebuah catatan yang terbuat dari guntingan-guntingan koran yang bertuliskan "Ini adalah barang-barang kepunyaan Dahlia...surat akan menyusul".


Di dalam kotak itu juga ditemukan kartu jaminan sosial kepunyaan Beth, akte kelahiran, foto Beth dengan rekan-rekannya, kartu nama dan nota klaim untuk koper yang tertinggal di depot bus. Barang lain yang cukup menarik adalah buku alamat milik Mark hansen yang beberapa halamannya telah hilang.

Polisi mencoba untuk mencari sidik jari dari kotak dan barang-barang yang ada di dalamnya, namun ternyata semua barang tersebut telah dicuci dengan minyak tanah untuk membersihkannya dari sidik jari.

Para detektif lalu memulai tugas berat untuk menyelidiki semua nama yang ada di buku alamat Hansen. Surat menyusul yang dijanjikan sang pembunuh memang tiba, namun tanpa petunjuk yang berarti.

Karena kompleksnya kasus ini, para detektif memulai penyelidikan ini dengan menganggap setiap orang yang mengenal Beth sebagai tersangka pembunuhan. Ratusan orang masuk ke dalam daftar tersangka dan ribuan orang diwawancarai untuk mencari petunjuk yang bisa mengarah kepada pembunuh sadis itu.

Jika melihat kondisi mayat yang mengerikan, ada dua kemungkinan mengenai sang pembunuh.

Pertama, sang pembunuh adalah orang yang mengenal Beth dan mungkin telah membunuhnya karena dendam. Memang, pada kasus pembunuhan dimana mayat korban dirusak dengan kejam, pada umumnya, pelakunya memang orang yang mengenal korban.

Karena itu, orang-orang yang mengenal Beth seperti Mark Hansen diperiksa satu persatu. Namun, mereka tidak menemukan bukti yang bisa mengarah kepada pelaku pembunuhan.

Sedangkan kemungkinan kedua adalah pembunuh berantai. Teori pembunuh berantai memang teori yang paling populer dan dalam 60 tahun terakhir ini, beberapa peneliti independen telah mencoba melakukan penyelidikannya sendiri dan menghasilkan beberapa kesimpulan yang cukup kuat.

Selama 60 tahun terakhir ini, paling tidak ada 24 tersangka yang dianggap paling mungkin melakukan pembunuhan Black Dahlia, namun, saya hanya akan membahas beberapa nama yang paling populer.

Cleveland Torso Murder
Pada tahun 1930an, sebelum pembunuhan Beth, ada seorang pembunuh berantai yang meneror Cleveland. Pembunuh itu dikenal dengan julukan "Mad Butcher of Kingsbury Run". Julukan terhadap kasusnya adalah "Cleveland Torso Killer". Julukan ini didapatkan karena seluruh korban dimutilasi dengan sayatan yang rapi, persis seperti Beth.

Kasus pembunuhan ini ditangani langsung oleh Elliot Ness yang legendaris. Ness dikenal sebagai aparat yang berhasil menangkap dan memenjarakan mafia kelas kakap Al Capone.

Walaupun ditangani secara langsung oleh Ness, kasus pembunuhan Cleveland tetap tidak bisa dipecahkan. Jadi, wajar jika banyak orang percaya kalau pelaku pembunuhan dalam kedua kasus ini dilakukan oleh orang yang sama.

Mungkinkah pembunuh dari Cleveland itu pindah ke California dan membunuh Beth?

George Knowlton
Pada tahun 1995, seorang penulis bernama Janice Knowlton menerbitkan sebuah buku yang berjudul "Daddy was the Black Dahlia Killer".

Dalam bukunya, ia memiliki teori kalau ayahnya yang bernama George Knowlton adalah sang pembunuh Black Dahlia. Namun, para penyelidik menolak teorinya karena mereka menganggap Janice hanya mengeluarkan teorinya berdasarkan ingatan yang depresi, mengingat ayahnya suka menganiayanya secara seksual sejak kecil.

George Hodel
Selain Janice Knowlton, ada satu orang lagi yang juga menulis buku yang menuduh ayahnya sebagai Black Dahlia Killer. Ia adalah Steve Hodel, seorang detektif bagian pembunuhan di LAPD.

Buku yang ditulisnya berjudul "Black Dahlia Avenger" dan terbit tahun 2003. Di dalamnya ia menuduh sang ayah, Dr.George Hodel, yang juga seorang ahli bedah, sebagai pembunuh Black Dahlia.

"Apa yang saya mengejutkan saya adalah adanya kemungkinan kalau pembunuhnya adalah seorang dokter bedah." Kata Steve. "Bukan sekedar pemotong daging, bukan tukang jagal hewan, melainkan seorang ahli bedah yang terampil."

Dr. Mark Wallack, seorang ahli bedah di Rumah sakit St Vincent di New York, yang melihat foto kondisi mayat Beth sebelum dan sesudah otopsi, juga percaya dengan pendapat Steve.

"Ketrampilan seperti ini hanya bisa dimiliki oleh mereka yang memiliki pengalaman dalam pembedahan." Kata Wallack. Ia juga percaya kalau pembunuhnya adalah seorang dokter.

Selain itu, Steve juga menemukan kalau ayahnya ternyata pengidap kelainan seksual Sadistic misogynist yang telah melakukan hubungan incest dengan anaknya sendiri, Tamar, saudara tiri Steve.

Steve juga percaya kalau beberapa kasus pembunuhan yang tidak terpecahkan lainnya mungkin dilakukan oleh ayahnya, seperti "Red Lipstick Murder", yaitu pembunuhan terhadap Jeanne French yang mayatnya ditemukan satu bulan setelah Beth dengan huruf BD tertulis dengan lipstik merah di tubuhnya. Mayat French juga ditemukan di lahan kosong.

Namun, mungkin yang paling luar biasa adalah teori Steve kalau ayahnya juga adalah Zodiac Killer yang legendaris. Zodiac Killer adalah pembunuh berantai yang beroperasi di California pada tahun 1960an. Jumlah korbannya yang bisa diverifikasi adalah 7 orang, walaupun Zodiac sendiri mengaku telah membunuh 37 orang. Kasus Zodiac juga termasuk ke dalam kategori Tidak Terpecahkan.

Teori Steve ini cukup luar biasa, tetapi sepertinya ia punya dasar yang cukup kuat. Foto George Hodel ternyata sangat mirip dengan sketsa wajah Zodiac Killer yang dirilis oleh pihak kepolisian pada tahun 1960an.

Teori Hodel belum mendapat pengakuan dari LAPD dan bahkan dianggap mengada-ngada oleh banyak pihak. Walaupun begitu, teorinya cukup mendapat banyak apresiasi dari berbagai pihak, seperti deputi jaksa wilayah, Steve Kay, dan penulis buku mengenai Black Dahlia bernama James Ellroy.

Jika pembunuh Black Dahlia, Red Lipstick Murder dan Zodiac Killer ternyata orang yang sama, maka bukan tidak mungkin kalau pengakuan Zodiac mengenai jumlah korbannya benar adanya.

Arnold Smith
Pada tahun 1981, puluhan tahun setelah pembunuhan itu terjadi, ada satu petunjuk penting mengenai kasus ini muncul ke permukaan. Waktu itu, seorang detektif LAPD bernama John St.John menerima informasi mengenai kasus Black Dahlia dari seorang informan.

St.John dikenal sebagai detektif hebat yang telah menangani banyak kasus pembunuhan. Bahkan kisah hidupnya telah menjadi inspirasi bagi buku dan film seri di televisi.

Suatu hari, seorang informan datang kepadanya dan memberikan sebuah rekaman pengakuan dari seseorang yang bisa jadi sang pembunuh Black Dahlia sendiri. Pria di dalam rekaman itu juga menunjukkan kepada sang informan beberapa foto dan barang-barang pribadi yang diklaimnya sebagai milik Beth.

Pria itu bernama Arnold Smith. Dalam rekaman itu, Smith mengklaim kalau rekannya yang bernama Al Morrison yang juga seorang pelaku kejahatan seksual telah membunuh dan memutilasi Beth.

Arnold Smith

St.John percaya kalau Arnold Smith dan Al Morrison adalah pria yang sama.

Selain pengakuan, rekaman itu juga menceritakan detail bagaimana Beth dibunuh. Smith bercerita kalau Beth datang ke kamar Al Morrison di Hollywood karena ia tidak punya tempat untuk menginap. Morrison lalu membawa Beth ke sebuah rumah di East 31st dekat San pedro dan mengajaknya berhubungan seks yang kemudian ditolak oleh Beth.

Morrison menjadi marah dan menganiaya Beth yang kemudian berujung pada pembunuhan dan mutilasi terhadap Beth.

Informasi ini bocor ke pers. Media dihebohkan dengan kemungkinan adanya tersangka baru dalam kasus Black Dahlia. Akibatnya, Arnold Smith malah menghilang dan tidak bisa dihubungi, mungkin karena ketakutan. Informan St.John tidak mengetahui dimana ia tinggal, namun ia meninggalkan beberapa pesan untuk Smith supaya bisa bertemu. Akhirnya pesan itu dibalas dan Smith bersedia bertemu.

Namun, pertemuan yang mungkin bisa menjadi kunci pemecahan kasus itu tidak pernah terjadi.

Beberapa hari sebelum pertemuan itu, Smith ditemukan tewas dengan kondisi mengerikan di atas tempat tidurnya di Holland Hotel. Smith diduga merokok ketika ia tertidur sehingga tubuhnya terbakar habis bersama tempat tidurnya dan dokumen-dokumen lainnya yang diduga milik Beth.

Kematian Smith memang agak mencurigakan, namun polisi tidak menemukan bukti adanya kejahatan di dalam peristiwa itu. Misteri di dalam misteri.

Dengan kematian Smith, salah satu kunci yang mungkin bisa memecahkan misteri Black Dahlia lenyap untuk selama-lamanya.

Mungkinkah Arnold Smith pembunuh Black Dahlia yang sesungguhnya?

Sayang kita tidak bisa mengetahuinya.

Walaupun banyak petunjuk dan teori baru bermunculan, setelah lebih dari 60 tahun, pihak LAPD masih mengkategorikan kasus ini sebagai "Unsolved - tidak terpecahkan". Namun, kasus ini masih menarik perhatian para peneliti independen. Mungkin dalam tahun-tahun berikutnya, kita akan mendengar teori-teori baru lainnya.

(Dikutip dari sebuah sumber)

Monday, 27 May 2013

BERPIKIR POSITIF-LAH :-)


Seorang janda miskin Siu Lan punya anak umur 7 tahun bernama Lie Mei. Kemiskinan membuat Lie Mei harus membantu ibunya berjual kue dipasar, karena miskin Lie Mei tidak pernah bermanja-manja kepada ibunya. Pada suatu musim dingin saat selesai bikin kue, Siu Lan melihat keranjang kuenya sudah rusak dan Siu Lan berpesan pada Lie Mei untuk nunggu dirumah karena ia akan membeli keranjang baru.
Saat pulang Siu Lan tidak menemukan Lie Mei dirumah. Siu Lan langsung sangat marah. Putrinya benar-benar tidak tau diri, hidup susah tapi masih juga pergi main-main, padahal tadi sudah dipesan agar menunggu rumah. Akhirnya Siu Lan pergi sendiri menjual kue dan sebagai hukuman pintu rumahnya dikunci dari luar agar Lie Mei tidak dapat masuk. Putrinya mesti diberi pelajaran, pikirnya geram.
Sepulang dari jual kue Siu Lan menemukan Lie Mei, gadis kecil itu tergeletak didepan pintu. Siu Lan berlari memeluk Lie Mei yang membeku dan sudah tidak bernyawa. Jeritan Siu Lan memecah kebekuan salju saat itu. Ia menangis meraung2, tetapi Lie Mei tetap tidak bergerak. Dengan segera Siu Lan membopong Lie Mei masuk kerumah. Siu Lan mengguncang2 tubuh beku putri kecilnya sambil meneriakkan nama Lie Mei. Tiba2 sebuah bingkisan kecil jatuh dari tangan Lie Mei. Siu Lan mengambil bungkusan kecil itu dan membuka isinya. Isinya sebuah biskuit kecil yg dibungkus kertas usang dan tulisan kecil yang ada dikertas adalah tulisan Lie Mei yang berantakan tp dpt dibaca, "Mama pasti lupa, ini hari istimewa bagi mama, aku membelikan biskuit kecil ini untuk hadiah, uangku tidak cukup untuk membeli biskuit yang besar… Mama selamat ulang tahun".
Kisah nyata ini dimuat di harian Xia Wen Pao-Cina, tahun 2007.

MAHASISWA, MAHASISWA, MAHASISWA!


Posisi mahasiswa dalam kehidupan politik di Indonesia selama ini adalah diantara masyarakat dan pemerintahan, yang berarti sangat strategis dan penting yang tak kalah untuk diperhitungkan. Karena itu eran strategis organisasi mahasiswa dalam dinamika politik Indonesia menjelang pemilu 2014 sangat diperlukan mengingat mahasiswa mayoritas belum mempunyai kepentingan dalam politik. Apalagi sekarang ini, media yang seharusnya pada posisis netral pun menjadi tempat menggiring isu dan saling sikut menyikut demi kepentingan pemilik modal. Akibatnya masyarakat yang awam dan tidak sadar akan politik menjadi mudah terhasut dan termakan oleh berita-berita yang disiarkan.
Disinilah arti pentingnya mahasiswa dalam dunia perpolitikan, dimana posisi mereka harusnya lebih bebas menilai dan memiliki idealisme yang kuat dan tak mudah terombang ambing oleh isu sana-sini. Dalam organisasi kampus (BEM, HIMA, UKM dsb) biasanya dicetak para mahasiswa yang berorientasi pada kepentingan masyarakat banyak bukan pada kepentingan dirinya sendiri. Dan dari sinilah tercipta insan yang memiliki idealisme tinggi dalam membela kepentingan publik. Itulah sebabnya mahasiswa harus kritis dalam melihat situasi kondisi yang terjadi dalam masyarakat. Mahasiswa mempunyai energi dan potensi positif bagi masa depan bangsa, sehingga harus dikelola dengan baik oleh civitas akademika kampus dan para pemangku kepentingan.
Menjelang pemilu 2014, salah satu konflik yang belakangan ini terjadi adalah isu kudeta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 27 Maret 2013. Gerakan mahasiswa yang tergabung dalam Konsolidasi Nasional Mahasiswa Indonesia (Konami) mengeluarkan maklumat SBY-Boediono harus mundur dari jabatannya. Gerakan mahasiswa itu diikuti 128 Kampus dari 40 kota di Indonesia. Mereka mengatakan bahwa mahasiswa sudah kembali pada tracknya sebagai agen perubahan yang jauh dari politik praktis, bahwa gerakan mereka bebas dari kepentingan politik. Mahasiswa menganggap mereka adalah eksekutor yang akan mengantarkan SBY pada kejatuhannya, karena dianggap telah gagal menjalankan tugasnya sebagai pemimpin Negara. Seiring terjadinya konflik tersebut, pro dan kontra pasti terjadi dilingkungan masyarakat baik yang awam maupun ‘melek politik’. Belum ada yang paling benar dan paling salah, kita hanya bisa menarik hikmah positif dari semua konflik yang terjadi belakangan, misalnya, jika sampai menjelang 2014 tidak ada gejolak politik signifikan maka Pemilu 2014 akan berlangsung sebagaimana pemilu-pemilu sebelumnya dan pemenangnya sudah dapat diketahui sejak saat ini. Jika tidak ada tokoh muda (mahasiswa) yang visioner, memiliki idealisme tinggi, anti-subjektif dan memiliki leadership yang kuat untuk menyeleksi calon pemerintah NKRI, maka pemenang pemilu presiden kemungkinan besar akan bejalan dengan pola yang sama, yakni dimenangkan oleh sosok yang popular dan memiliki modal kapital yang besar. Bukan oleh mereka yang minus popularitas apalagi yang minus modal kapital.

Sunday, 26 May 2013

PYGMALION & GALATEA


Seorang pemahat muda berbakat dari Cyprus, bernama Pygmalion, adalah pemuda yang tidak pernah berurusan dengan wanita. Ia memutuskan tidak menikah. Kesenian, menurutnya, sudah cukup bagi dirinya sendiri. 
Namun, ia adalah pemuda yang baik hati. Pygmalion dikenal sebagai orang yang suka berpikiran positif. Ia memandang segala sesuatu dari sudut yang baik. Apabila lapangan di tengah kota becek, orang-orang mengomel. Tetapi Pygmalion berkata, 'Untunglah, lapangan yang lain tidak sebecek ini.' Ketika ada seorang pembeli patung ngotot menawar-nawar harga, teman Pygmalion berbisik, 'Kikir sekali orang itu.' Tetapi Pygmalion berkata, 'Mungkin orang itu harus mengeluarkan uang untuk urusan lain yang lebih perlu'. Ketika anak-anak mencuri apel dikebunnya, Pygmalion tidak mengumpat. Ia bahkan merasa iba, 'Kasihan, anak-anak itu kurang mendapat pendidikan dan makanan yang cukup di rumahnya.' 
Itulah pola pandang Pygmalion. Ia tidak melihat suatu keadaan dari segi buruk, melainkan justru dari segi baik. Ia tidak pernah berpikir buruk tentang orang lain; sebaliknya, ia mencoba membayangkan hal-hal baik dibalik perbuatan buruk orang lain. 
Suatu hari, ia membuat patung seorang wanita. Ia tidak dapat membebaskan pikirannya dari wanita dan mengerjakan patungnya dengan sungguh-sungguh, hingga patung buatannya lebih cantik dari wanita manapun yang dilahirkan ke dunia.
Patung buatannya tidak terlihat seperti patung; siapapun yang melihat patung itu tak akan menganggap patung itu terbuat dari batu atau gading, namun mirip manusia, hanya saja tidak bergerak. Demikianlah patung yang dibuat Pygmalion dengan kesungguhan dan cita rasa seni yang tinggi.
Namun sejak itu dan seterusnya, cinta yang pernah ia kutuk membalas dendam terhadapnya. Pygmalion jatuh cinta pada patung buatannya. Setiap hari ia mencium bibir patung itu meski ciumannya tak terbalas; ia membelai lengan dan wajahnya meskipun patung itu hanya diam saja. Selama beberapa waktu sang pemahat mencoba berpura-pura, seperti yang dilakukan anak-anak kepada mainan. Ia memakaikan patung buatannya dengan jubah yang anggun dan membayangkan bahwa patung buatannya merasa puas. Ia juga membawa hadiah-hadiah sebagaimana biasa dibawa laki-laki untuk kekasihnya dan membayangkan bahwa ia merasa senang dengan hadiah-hadiah pemberian Pygmalion. Pygmalion membaringkan patungnya di tempat tidur pada malam hari, menyelimuti dengan selimut yang hangat dan lembut. Namun Pygmalion bukan anak kecil lagi; ia tidak bisa selamanya berpura-pura. Akhirnya ia menyerah. Ia mencintai sesuatu yang tidak hidup dan kini ia merasa putus asa. Pygmalion ingin patung buatannya hidup.
Keinginan itu akhirnya diketahui oleh Dewi Cinta, Venus (Aphrodite), dan Venus bermaksud membantu Pygmalion.
Hari penjamuan (feast day) untuk Venus sangat dihormati di Cyprus, pulau yang menerima kehadirannya setelah ia dilahirkan dari buih laut. Beberapa anak sapi yang putih seputih salju yang tanduknya telah disepuh emas dipersembahkan untuknya; bau busuk yang menyenangkan dari dupa menyebar di setiap penjuru pulau dari altar-altarnya; orang-orang berkumpul di kuilnya; Pygmalion juga ada di sana. Ia memohon kepada Venus agar bertemu dengan wanita yang mirip dengan patungnya. Namun Venus mengetahui apa keinginan hati Pygmalion yang sesungguhnya dan sebagai tanda Venus akan mengabulkan permohonannya, nyala api yang berada di depan tempat duduknya menyembur tiga kali ke udara.
Pertanda yang baik kemudian mencari rumah Pygmalion dan patung yang ia cintai sepenuh hati. Patung itu terlihat sangat cantik dan sedang berdiri di atas tumpuannya. Pygmalion memeluknya, kemudian mencium bibirnya dengan kelembutan, dan ia merasakan bibir patung buatannya melembut. Pygmalion menyentuh tangannya, bahunya; dan semuanya melembut seolah-olah ia sedang menyentuh wanita sungguhan. Seperti melihat lilin meleleh di bawah sinar matahari. Ia memegang pergelangan tangannya dan merasakan urat nadinya berdenyut. Ia menganggap semua itu berkat Venus. Dan dengan penuh bahagia ia memeluk patung itu dan melihatnya tersenyum kepadanya.
Venus hadir dalam pernikahan mereka dan memberkati mereka. Apa yang terjadi selanjutnya tidak diketahui, kecuali Pygmalion memberi nama patung itu Galatea dan anak mereka, Paphos, memberikan namanya untuk kota kesukaan Venus.
(Edith Hamilton)






FREE TO READ MANY NOVELS HERE! <3